Sering Mengalami Gangguan Tidur? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gangguan tidur merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk memulai, mempertahankan, atau mendapatkan kualitas tidur yang baik. Masalah ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti insomnia, sleep apnea, gangguan ritme sirkadian, hingga tidur yang tidak nyenyak akibat stres atau kebiasaan sehari-hari.
Memang terlihat sepele, tapi gangguan tidur bisa berdampak besar terhadap kesehatan fisik, emosional, hingga produktivitas seseorang. Oleh karena itu, memahami penyebab, gejala, serta langkah penanganan gangguan tidur berikut sangat penting untuk menjaga kualitas hidup.
Baca juga: Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Manajemen Stres untuk Kesehatan Mental
Gejala Umum Gangguan Tidur
Gangguan tidur sangat berdampak terhadap kualitas kesehatan, mental, dan keseluruhan hidup Anda. Untuk mengetahui apakah Anda mengalami gangguan tidur atau tidak, berikut gejala umum gangguan tidur menurut Mayo Clinic:
- Sering mengantuk di siang hari. Anda dapat tertidur pada waktu-waktu yang tidak semestinya, seperti saat mengemudi atau bekerja di meja.
- Kesulitan tidur di malam hari, misalnya sulit untuk mulai tidur, sering terbangun lalu tidak bisa tidur kembali, atau bangun terlalu pagi.
- Pola napas yang tidak normal saat tidur, termasuk mendengkur, tersedak, terengah, atau jeda napas.
- Muncul rasa tidak nyaman dan dorongan untuk menggerakkan tubuh saat mencoba tidur, seperti sensasi kesemutan atau rasa seperti ada yang merayap pada kaki atau lengan.
- Gerakan tubuh berlebihan atau mengganggu saat tidur, seperti gerakan tangan atau kaki yang tidak disadari, atau kebiasaan menggeretakkan gigi.
- Melakukan aktivitas yang tidak biasa selama tidur, seperti berjalan sambil tidur, makan sambil tidur, atau mengompol.
Jika Anda mengalami satu atau sejumlah gejala di atas dan sangat memengaruhi aktivitas harian, sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Kondisi-kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan tidur yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Cara Mudah Mengendalikan Emosi
Penyebab Gangguan Tidur
Mengapa bisa terjadi gangguan tidur? Berikut adalah kemungkinan yang terjadi:
1. Stres dan Kecemasan
Stres akibat pekerjaan, masalah pribadi, atau tekanan kehidupan sehari-hari dapat membuat pikiran terus aktif meskipun Anda sudah berusaha tidur. Kondisi ini membuat Anda sulit rileks, sehingga susah untuk mulai tidur atau tetap tertidur.
2. Kebiasaan Tidur yang Tidak Teratur
Tidur terlalu larut, sering begadang, atau bangun tidak teratur dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh. Ritme ini adalah jam biologis yang mengatur kapan Anda merasa mengantuk atau terjaga. Ketika ritme ini terganggu, tubuh menjadi sulit memasuki fase tidur yang dalam dan berkualitas.
3. Penggunaan Gadget Berlebihan
Cahaya biru dari layar ponsel, laptop, atau TV dapat menurunkan produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu Anda merasa mengantuk. Akibatnya, Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk tidur, dan kualitas tidur pun menurun.
4. Konsumsi Kafein, Alkohol, dan Nikotin
Kafein dalam kopi, teh, cokelat, atau minuman energi dapat membuat Anda tetap terjaga hingga beberapa jam setelah dikonsumsi. Alkohol memang dapat membuat Anda mengantuk di awal, tetapi justru mengganggu tidur di pertengahan malam. Sementara itu, nikotin adalah stimulan yang juga membuat Anda sulit tidur.
5. Kondisi Medis Tertentu
Beberapa masalah kesehatan seperti asam lambung (GERD), nyeri kronis, asma, alergi, hingga kondisi seperti sleep apnea dapat memengaruhi pernapasan dan membuat tidur terganggu. Pada beberapa orang, kondisi ini menyebabkan sering terbangun di malam hari tanpa disadari.
6. Gangguan Kesehatan Mental
Depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan bipolar sering kali berdampak langsung pada pola tidur. Beberapa orang mengalami insomnia, sementara yang lain tidur berlebihan tetapi tetap merasa tidak segar. Perubahan kimia otak dan suasana hati sangat memengaruhi kualitas tidur seseorang.
7. Lingkungan Tidur yang Tidak Nyaman
Suara bising, suhu kamar yang terlalu panas atau dingin, kasur yang tidak nyaman, atau pencahayaan yang terlalu terang dapat mengganggu tubuh untuk masuk ke kondisi rileks. Lingkungan tidur yang tidak mendukung menjadi salah satu penyebab umum kualitas tidur yang buruk.
8. Perubahan Hormonal
Perubahan hormon selama menstruasi, kehamilan, atau menopause dapat menyebabkan insomnia, keringat malam, atau rasa tidak nyaman lainnya. Perubahan ini sering membuat tidur menjadi lebih gelisah dan tidak berkualitas.
Lepaskan Ketegangan Otot dengan Pendekatan Holistik
Dampak Kurang Tidur
Michele Ferrara dan Luigi De Gennaro dalam jurnal akademis mereka berjudul How much Sleep do we need? Berargumen bahwa manusia membutuhkan minimal 6 jam per malam, kurang dari itu akan menimbulkan dampak negatif, seperti:
1. Menurunnya Fungsi Otak
Kurang tidur membuat otak sulit memproses informasi dengan efektif sehingga kemampuan fokus dan ingatan menurun. Kondisi ini juga menyebabkan Anda lebih lambat dalam mengambil keputusan.
Dalam jangka lebih panjang, kurang tidur dapat mengganggu cara otak mengatur perhatian dan kemampuan berpikir kompleks. Hal ini membuat Anda lebih mudah mengalami kesalahan dalam aktivitas sehari-hari.
2. Gangguan Suasana Hati
Kurang tidur membuat regulasi emosi menjadi tidak stabil sehingga Anda lebih mudah merasa cemas, sedih, atau mudah marah. Perubahan ini dipicu oleh ketidakseimbangan hormon dan aktivitas saraf di otak.
3. Menurunnya Performa Motorik
Kurang tidur membuat otak sulit memproses informasi dengan efektif sehingga kemampuan fokus dan ingatan menurun. Kondisi ini juga menyebabkan Anda lebih lambat dalam mengambil keputusan.
Dalam jangka lebih panjang, kurang tidur dapat mengganggu cara otak mengatur perhatian dan kemampuan berpikir kompleks. Hal ini membuat Anda lebih mudah mengalami kesalahan dalam aktivitas sehari-hari.
4. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah
Saat tidur berkurang, tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk memperbaiki sel dan memperkuat sistem imun. Hal ini membuat Anda lebih mudah terserang infeksi atau penyakit.
Kurang tidur juga mengganggu produksi hormon yang berperan dalam respons imun. Dalam jangka panjang, kemampuan tubuh dalam melawan patogen menurun secara signifikan.
5. Gangguan Kesehatan
Saat tidur berkurang, tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk memperbaiki sel dan memperkuat sistem imun. Hal ini membuat Anda lebih mudah terserang infeksi atau penyakit.
Kurang tidur juga mengganggu produksi hormon yang berperan dalam respons imun. Dalam jangka panjang, kemampuan tubuh dalam melawan patogen menurun secara signifikan.
Tingkatkan Kualitas Hidup dengan Manajemen Stres
Cara Mengatasi Gangguan Tidur
Sekarang, sudah waktunya Anda mendapatkan lagi kenyamanan tidur dengan cara:
1. Tetapkan Jadwal Tidur dan Bangun yang Konsisten
Menurut Rupa Health, Menjaga waktu tidur dan bangun yang sama setiap hari membantu menstabilkan ritme sirkadian tubuh. Ritme yang stabil membuat tubuh lebih mudah merasa mengantuk dan lebih segar saat bangun.
Kebiasaan ini juga membantu mengurangi gangguan tidur yang muncul akibat perubahan pola harian. Dalam jangka panjang, konsistensi jadwal tidur dapat memperbaiki kualitas tidur secara keseluruhan.
2. Perhatikan Pola Makan
Menghindari makan besar, kafein, atau alkohol menjelang tidur membantu tubuh lebih mudah rileks. Pola makan yang lebih teratur juga menjaga pencernaan tetap stabil saat malam hari.
Mengatur waktu makan membuat tubuh dapat fokus pada proses istirahat, bukan mencerna makanan berat. Dengan begitu, tidur dapat berlangsung lebih nyenyak dan tidak mudah terganggu.
3. Penuhi Kebutuhan Nutrisi untuk Mendukung Kualitas Tidur
Nutrisi seperti magnesium, vitamin D, dan vitamin B6 berperan membantu tubuh memproduksi hormon yang mengatur tidur. Kekurangan nutrisi tersebut dapat membuat proses tidur menjadi lebih sulit.
Memastikan asupan nutrisi terpenuhi membantu sistem saraf lebih tenang. Hal ini mendukung tubuh untuk masuk ke fase tidur yang lebih dalam dan restoratif.
4. Perbaiki Lingkungan Tidur agar Lebih Rileks
Menciptakan kamar yang gelap, tenang, dan sejuk membantu tubuh lebih cepat memasuki kondisi rileks. Mengurangi paparan cahaya dari gadget juga memperbaiki produksi melatonin.
Lingkungan yang nyaman membuat proses tidur lebih alami dan tidak terputus-putus. Dengan begitu, kualitas tidur dapat meningkat secara signifikan.
5. Cek Kondisi Kesehatan
Beberapa gangguan tidur dapat dipicu oleh kondisi medis seperti sleep apnea, gangguan hormon, atau masalah pencernaan. Pemeriksaan kesehatan membantu menemukan penyebab yang mungkin tidak terlihat.
Jika masalah kesehatan terdeteksi sejak dini, penanganannya dapat dilakukan dengan lebih efektif. Hal ini membuat proses pemulihan kualitas tidur menjadi lebih cepat.
6. Konsultasi dengan Terapis
Menurut Lisa Medalie dan Adam S. Cifu (2017) gangguan tidur dapat ditangani secara efektif dengan pendekatan non-obat melalui Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I). Terapi ini membantu mengubah kebiasaan, pikiran, serta respons tubuh yang mengganggu tidur sehingga pasien dapat membangun rutinitas tidur yang lebih sehat dan mempertahankan kualitas tidur jangka panjang tanpa ketergantungan obat.
Dapatkan Kembali Tidur Berkualitas Bersama Caring Nature
Caring Nature adalah wellness center di Jakarta yang berfokus membantu Anda memulihkan kualitas tidur secara aman dan menyeluruh. Dengan pendekatan berbasis ilmu dan dukungan para tenaga profesional, Anda bisa mendapatkan panduan yang tepat untuk memahami penyebab gangguan tidur serta langkah yang paling sesuai untuk memperbaikinya.
Anda dapat menjadwalkan sesi konsultasi di Caring Nature untuk mendapatkan penanganan yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan Anda. Tim ahli kami siap memberikan panduan profesional agar Anda dapat membangun kembali kualitas tidur yang sehat dan berkelanjutan.